Bulan ini gaji Damar naik. Bukan naik tipis-tipis, tapi lompatan yang lumayan setelah dia resmi dipromosikan jadi supervisor di kantornya. Rasanya seperti napas yang selama ini sesak akhirnya bisa dihela panjang. Dan begitu saldo rekening terlihat lebih tebal dari biasanya, satu pikiran langsung muncul di kepalanya. Buat apa lagi pegang Paylater kalau sekarang sudah mampu bayar tunai?
Malam itu dia hampir menghapus aplikasinya. Tapi tangannya berhenti. Ada rasa penasaran yang mengganjal, sama seperti banyak orang lain yang diam-diam mengetik tutup akun Kredivo di kolom pencarian. Mereka bukan cuma mau tahu caranya, tapi khawatir ada sesuatu yang ikut lenyap tanpa mereka sadari.
Hapus Aplikasi Ternyata Tidak Menutup Apa-apa
Damar sempat berpikir cukup uninstall lalu semua urusan selesai. Anggapan itu keliru, dan justru di sinilah banyak orang tersandung. Menghapus aplikasi tidak membuat akun mati. Ia tetap tercatat di sistem, data pribadinya tetap tersimpan, dan seandainya masih ada tagihan menggantung, jumlahnya tidak akan berkurang sepeser pun cuma karena ikonnya lenyap dari layar ponsel.
Supaya lebih gampang dibayangkan, kondisinya mirip orang yang membuang kartu ATM ke tempat sampah lalu merasa rekeningnya sudah tutup. Kartunya memang tidak ada lagi di genggaman, tapi rekeningnya masih aktif, kewajibannya jalan terus, dan siapa pun yang tahu datanya masih bisa mengaksesnya dari perangkat lain. Karena itulah penutupan harus lewat jalur resmi, bukan lewat tombol hapus dari ponsel semata.
Sejumlah Manfaat yang Ikut Hilang
Setelah paham soal itu, Damar mulai menimbang apa saja yang bakal dia relakan. Dan daftarnya lebih panjang dari dugaannya. Begitu akun resmi ditutup, pintunya terkunci permanen tanpa bisa dibuka kembali. Limit yang sempat tembus puluhan juta hangus seketika. Bebas bunga untuk transaksi tenor satu bulan ikut lepas. Voucher serta diskon yang selama ini nyangkut di aplikasi juga menguap tanpa jejak.
Buat Damar yang gajinya baru naik, kehilangan itu awalnya terasa sepele. Tapi dia teringat, penghasilan besar bukan jaminan tidak ada hal darurat yang terjadi. Kalau tiba-tiba ada kebutuhan mendadak yang nominalnya jauh melampaui kas bulan itu, jaring pengaman yang tadi dia buang justru yang paling dia perlukan.
Kalau Tetap Ingin Tutup, Ini Urutan yang Benar
Menimbang dengan matang, seandainya keputusan sudah bulat, Damar tidak boleh asal jalan. Langkah pertama, lunasi seluruh tagihan sampai bersih tanpa sisa cicilan sedikit pun. Setelah itu, hubungi customer service resmi di 0804-1-573348. Tim CS Kredivo akan memproses penutupan dengan estimasi tiga hari kerja sejak dia menelepon, dan aplikasi baru boleh dihapus setelah akun benar-benar nonaktif.
Ada satu rambu yang wajib dia pegang. Selama proses berjalan, jangan pernah memberikan kode OTP atau PIN kepada siapa pun yang tiba-tiba menelepon mengaku petugas. Pihak resmi tidak akan pernah memintanya.
Ditutup Rapat atau Cukup Didiamkan?
Sampai di titik ini, Damar justru menemukan pilihan ketiga yang lebih masuk akal buat kondisinya. Kalau tujuannya sekadar berhenti tergoda karena gaji sudah cukup, membiarkan akun tidur tanpa transaksi sebenarnya sudah menjawab kebutuhannya.
Tidak ada biaya bulanan atau tahunan yang menghantui, dan limitnya tetap siaga andai keadaan berubah lagi suatu hari. Inilah yang bikin beda antara PayLater dengan Kartu Kredit yang harus bayar biaya tahunan. Paling tidak, buat kartu kredit harus ada transaksi yang bisa dibuat jadi cicilan untuk menghindari biaya tahunan.
Menutup akun cocok buat yang seratus persen yakin tidak akan menoleh lagi. Membiarkan akun, cocok buat yang cuma butuh jeda. Damar akhirnya paham, memutuskan tutup akun Kredivo bukan soal euforia gaji baru sesaat, melainkan soal memetakan kebutuhan finansialnya untuk beberapa tahun ke depan.